Kamis, 12 Mei 2016

KETIKA KEMATIAN DATANG



Ketika kematian datang kepada kita, apakah sudah siap????
Tidak perlu dijawab, karena kematian tidak peduli apakah kita sudah siap atau belum.
Ini nasehat untuk diri saya pribadi.
Entah menggapa,, mendengar kalimat kematian membuat hati seketika bergetar.
Takut, sedih, ngeri, ingin menangis bercampur aduk. Seperti sebuah momok yang menakutkan.
Kenapa takut? Bukan kah mati adalah cara kita terbebas dari segala fitnah dunia, dari segala kesenangannya yang membuat kita lalai, dari segala beban hidup yang membelenggu, cara kita agar segera bertemu dari sang khalik.
Bukan masalah itu, kami makhluk awam yang imannya sangat labil, bagi seorang yang imannya sudah tidak diragukan lagi, mungkin kematian adalah hal ternikmat dan dinanti-nantikan.
Bagaimana dengan kami yang masih hina? Wajar saja kematian menjadi momok menakutkan.
Bagaimana cara kami mempertanggung jawabkan segala dosa-dosa kami yang setiap hari semakin menumpuk.
Bagaimana cara kami menjawab segala pertanyaan malaikat dialam kubur, sementara amalan kami didunia tidak cukup membantu, karena terlalu sedikit kebaikan yg kami lakukan sedangkan dosa sudah pasti kami koleksi setiap harinya.
Bagaimana kami menahan segala siksa kubur sementara terkena sengatan matahari yang tidak ada apa-apanya saja kami sering menggeluh.
Amalan yang kami lakukan pun kadang tanpa kami sadari hangus dan mengguap karna riya.
Dosa terus bertambah kesempatan hidup semakin berkurang.
Dan terkadang kami melakukan dosa dengan sengaja, dengan mudahnya meninggalkan kewajiban, sholat yang sering terlalaikan, aurat yang terumbar kesana kemari, lidah yang tanpa sadar menggeluarkan kalimat yang menyakiti sesama, ghibah yang selalu menjadi topik yang hangat untuk dibicarakan.. astagfirullah menggumbar aib saudaranya sendiri, sedangkan Allah dengan Maha pengasihnya menutupi segala aib-aib kita.
Berdua-duaan dengan yang bukan mukhrim, bergandengan tangan yang dianggap biasa padahal itu sudah termasuk bagian dari zina.
Rejeki yang kita masukkan ketubuh pun  kadang ada yang tidak halal mendarah daging didiri. Ada rejeki orang lain yang ikut termakan dan masuk ketubuh kita.
Dan masih banyak lagi dosa-dosa lainnya yang mungkin tidak akan pernah habisnya jika disebutkan satu persatu.
Kita tahu semua itu salah, kita tahu semua itu dosa, kita tahu semua itu bertentangan, lalu kenapa kita masih melakukan nya? Sungguh kami manusia akhir zaman yang sangat berlumur dosa, yang tidak bisa dengan mudah menghindari bujuk rayu setan, yang tidak bisa menggendalikan hawa nafsu kami dengan baik.
Jika sadar itu salah kenapa tidak segera bertobat? Sungguh godaan setan lebih kuat daripada tekat kami.
Apalah daya kami, iman yang seadanya, dihadapkan dengan segala gemerlap dunia. Bagaimana kami tidak goyah ??
Bagaimana kami ini ya Rabb ? dosa tak terhingga, sedangkan kami tak sanggup jika harus menerima segala siksa atas apa yang telah kami lakukan.
Pantaskah kami merindukan surga sedangkan surga tak akan sudi menerima manusia-manusia seperti kami.
Bismillah.. dengan segala kerendahan hati, kami mohon bantu kami menjadi pribadi yang lebih baik lagi sebelum kematian terlebih dahulu datang menjemput kami.
Wahai Rabb yang Maha Mulia, Maha pembolak balik hati, teguhkan iman kami atas agamaMu.
Sesungguhnya engkau menghendaki atas segala sesuatu, maka tuntun kami menuju hidayah, agar mati kami tak hina. Aamiin allahumma aamiin

Tidak ada komentar:

Posting Komentar