Ketika kematian
datang kepada kita, apakah sudah siap????
Tidak perlu
dijawab, karena kematian tidak peduli apakah kita sudah siap atau belum.
Ini nasehat untuk
diri saya pribadi.
Entah menggapa,,
mendengar kalimat kematian membuat hati seketika bergetar.
Takut, sedih,
ngeri, ingin menangis bercampur aduk. Seperti sebuah momok yang menakutkan.
Kenapa takut?
Bukan kah mati adalah cara kita terbebas dari segala fitnah dunia, dari segala
kesenangannya yang membuat kita lalai, dari segala beban hidup yang membelenggu,
cara kita agar segera bertemu dari sang khalik.
Bukan masalah
itu, kami makhluk awam yang imannya sangat labil, bagi seorang yang imannya
sudah tidak diragukan lagi, mungkin kematian adalah hal ternikmat dan
dinanti-nantikan.
Bagaimana dengan
kami yang masih hina? Wajar saja kematian menjadi momok menakutkan.
Bagaimana cara
kami mempertanggung jawabkan segala dosa-dosa kami yang setiap hari semakin
menumpuk.
Bagaimana cara
kami menjawab segala pertanyaan malaikat dialam kubur, sementara amalan kami
didunia tidak cukup membantu, karena terlalu sedikit kebaikan yg kami lakukan
sedangkan dosa sudah pasti kami koleksi setiap harinya.
Bagaimana kami
menahan segala siksa kubur sementara terkena sengatan matahari yang tidak ada
apa-apanya saja kami sering menggeluh.
Amalan yang kami
lakukan pun kadang tanpa kami sadari hangus dan mengguap karna riya.
Dosa terus
bertambah kesempatan hidup semakin berkurang.
Dan terkadang
kami melakukan dosa dengan sengaja, dengan mudahnya meninggalkan kewajiban,
sholat yang sering terlalaikan, aurat yang terumbar kesana kemari, lidah yang
tanpa sadar menggeluarkan kalimat yang menyakiti sesama, ghibah yang selalu
menjadi topik yang hangat untuk dibicarakan.. astagfirullah menggumbar aib
saudaranya sendiri, sedangkan Allah dengan Maha pengasihnya menutupi segala
aib-aib kita.
Berdua-duaan
dengan yang bukan mukhrim, bergandengan tangan yang dianggap biasa padahal itu
sudah termasuk bagian dari zina.
Rejeki yang kita
masukkan ketubuh pun kadang ada yang
tidak halal mendarah daging didiri. Ada rejeki orang lain yang ikut termakan
dan masuk ketubuh kita.
Dan masih banyak
lagi dosa-dosa lainnya yang mungkin tidak akan pernah habisnya jika disebutkan
satu persatu.
Kita tahu semua
itu salah, kita tahu semua itu dosa, kita tahu semua itu bertentangan, lalu
kenapa kita masih melakukan nya? Sungguh kami manusia akhir zaman yang sangat
berlumur dosa, yang tidak bisa dengan mudah menghindari bujuk rayu setan, yang
tidak bisa menggendalikan hawa nafsu kami dengan baik.
Jika sadar itu
salah kenapa tidak segera bertobat? Sungguh godaan setan lebih kuat daripada
tekat kami.
Apalah daya kami,
iman yang seadanya, dihadapkan dengan segala gemerlap dunia. Bagaimana kami
tidak goyah ??
Bagaimana kami
ini ya Rabb ? dosa tak terhingga, sedangkan kami tak sanggup jika harus
menerima segala siksa atas apa yang telah kami lakukan.
Pantaskah kami
merindukan surga sedangkan surga tak akan sudi menerima manusia-manusia seperti
kami.
Bismillah..
dengan segala kerendahan hati, kami mohon bantu kami menjadi pribadi yang lebih
baik lagi sebelum kematian terlebih dahulu datang menjemput kami.
Wahai Rabb yang
Maha Mulia, Maha pembolak balik hati, teguhkan iman kami atas agamaMu.
Sesungguhnya
engkau menghendaki atas segala sesuatu, maka tuntun kami menuju hidayah, agar
mati kami tak hina. Aamiin allahumma aamiin